Pengumuman: Pengumpulan KTI diundur 30 Januari 2011

IMMP-STAN: panitia Solution: pengumuman pengunduran pengumpulan KTI

pengiriman KTI berupa makalah ke solution.immp@gmail.com paling akhir pukul 24.00 tanggal 30 Januari 2011. segera berpartisipasi dan pastikan anda mendapatkan pahala(insyaallah), hadiah uang, pengalaman, dan sahabat muslim di STAN.

kunjungi facebook kami. KLIK DI SINI

Categories: Uncategorized

SolutioN

Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarokatuh….

Solution, Soul of Evolution, adalah Sebuah acara akbar dalam rangkaian STANFest (STAN Annual Festival) yang diselenggarakan oleh IMMP-STAN (Ikatan Mahasiswa Muslim Penilai-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
bentuk Acara meliputi 2 item:
1. Lomba Karya Tulis Islami Se-Indonesia
2. ESQ 165 Training Motivatio

Categories: Uncategorized

Idul Adha

Bismillahirahmanir rahim

Assalamu’alaikum

Senang sekali rasanay penulis dapat kembali bertemu dengan kawan-kawan semua guna berbagi sedikit ilmu. Puji syukur tak pernah lepas kita haturkan kepada Allah yang masih memberi kita nikmat kesempatan sehingga pada edisi kali ini penulis masih dapat dipertemukan dengan teman-teman smua. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada nabi besar junjungan kita, nabi Muhammad SAW yang telah membawa cahaya Islam hingga seperti sekarang ini.

Saudara-saudaraku, Idul Adha yang telah di ambang pintu merupakan hari raya yang setiap tahun kita rayakan. Momentum ini sanngat baik bagi kita guna me-recharge semangat keimanan kita.  Namun penambahan  kualitas iman tersebut hanya dapat kita rasakan bila kita dapat lebih dalam memaknai idul adha itu sendiri dan meresapi esensi sesungguhnya dari idul adha tersebut.

Ketika mendengar idul adha pasti pikiran kita langsung terbayang pada kisah nabi Ibrahim yang harus menyembelih Ismail, dan memang idul adha sendiri merupakan refleksi atas catatan abadi sejarah tentang kebesaran nabi Ibrahim. Atau bagi sebagian orang, idul adha adalah penyembelihan sapi dan kambing. Idul adha yang biasa disebut idul qurban memang secara baha berarti disembelih. Namun dibalik itu semua terdapat makna yang sesungguhnya yang justru kurang banya diresapi oleh masyarakat kita saat ini terutama kaum muda yang lebih menikmati bakar-bakaran sate daripada nilai aslinya yakni qurbah, mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Idul Adha juga menujukkan ketaatan serta kecintaan yang luar biasa Nabi Ibrahim terhadap Sang Pencipta dibanding apapun di dunia ini. Secara simbolik hal ini menyiratkan tentang ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta. Selain memiliki makna hubungan vertikal, idul adha juga merefleksikan makna hubungan horizontal antara sesama manusia. Hal tersebut secara implisit digambarkan karena daging dari hewan kurban dibagi-bagikan kepada masyarakat secara luas, bahkan notabene sebagian masyarak yang menerima tidak mengenal sang sohibbul qurban. Hal ini secara lugas menunjukkan kepada kita nilai sosial yang sangat kental.  Dalam konteks ini idul adha dapat kita maknai sebagai sarana melatih kepekaan sosial kita terhadap sesama.

Entah apa yang telah terjadi pada remaja namun rasanya telah lumrah bagi kita untuk melihat para remaja turun ke jalan hanya untuk tawuran dengan sekolahan kain tanpa sebab yang jelas, tak sedikit pula yang jauh dari kehidupan jalanan namun justru hidup bermewah-mewahan. Menjadikan mall dan cafe menjadi tempat ibadah yang wajib dikunjungi 5x sehari, menjadikan restoran sebagai dapur instan yang selalu siap menampung kelebihan uang makan mereka. apakah pemuda seperti ini merupakan pemuda ideal dalam Islam yang memiliki kepekaan sosial terhadap masalah yang terjadi di sekitar kita? Tentu saja tidak. Barang kali dinginnya AC mobil mereka, nyamannya spring-bed kamar mereka serta banyaknya uang dalam ATM serta kartu kredit mereka telah membunuh jiwa sosial mereka. Untuk itulah melalui idul adha ini berusaha dibentuk pemuda-pemuda mandiri yang tangguh serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Sehingga keimanan serta ketaqwaan mereka tak hanya untuk diri mereka sendiri namun dapat membawa kemanfaatan terhadap masyarakat.

Untuk itu, penulis mengajak pada kita semua, kita sebagai mahasiswa yang kelak akan menjadi generasi pengubah bangsa yang sebentar lagi akan memegang peran penting di negeri ini untuk lebih memberi manfaat kepada masyarakat serta lingkungan sekitar kita. Jangan apatis dan acuh terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. Jangan karena profit-oriented yang kita kedepankan sehingga setiap kegiatan yang kita lakukan selalu dihitung cost-benefit secara financial. Hanya karena kita disini bertujuan kuliah lantas tidak mau tahu dengan hal-hal selain matakuliah kita. Karena sebenarnya kuliah tak hanya didalam kelas dan diajarkan melalui slide dosen-dosen kita. Namun dunia nyata juga merupakan sarana kuliah yang mangajarkan apa yang tidak diajarkan diruang kelas. Untuk itulah, ibadah idul adha yang akan segera kita sambut ini tak berlalu begitu saja namun juga harus berbekas dalam penambahan keimanan kita kepada Allah serta bertambahnya jiwa sosial kita terhadap sesama umat Allah.

 

Categories: Uncategorized

Penyambutan Jamaah Baru

Alhamdulillah, Penyambutan Jamaah Baru (PJB) IMMP telah terlaksana dengan baik. kepanitiaan yang dipimpin oleh Dimar Aristo mampu menghadirkan semua muslim/ muslimah jamaah baru. bertempat di masjid SDIT MBM,  mulai pukul 11.00 WIB sampai 16.00 membuat jamaah baru kepanasan dan cukup mengantuk. akan tetapi semua itu tiba-tiba hilang ketika acara yang dipimpin Hafidz Mufti dan Calvin Valenzuela dimulai. mulai dari lantunan ayat suci AlQuran, sambutan, Games,mau’idhotul hasanah, hingga penyambutan secara simbolis. Alhamdulillah, setelah selesai, jeprat-jepret sana sini, dan akhirnya acara yang dilaksanakan pada hari sabtu, 23 Oktober 2010 pun berakhir. satu hal yang perlu dimaknai adalah, bahwa IMMP akan selalu hidup dan dilanjutkan oleh penerus-penerus yang militan. insyaAllah

Categories: kegiatan

everyday is idul fitri.

asslamu’alaikum Wr Wb.

rasanya sudah lama sekali, elFaqier IMMP ini tidak membelai blog tercinta ini. ya maklumlah liburan. setelah terlelap tidur, menikmati indahnya hidup ini kini elfaqier sudah terbangun dan siap membelai blog tercinta. sebelumnya izinkan IMMP mengucapkan “taqobbalallahu minna waminkum, kullu aamin waantum bikhoir, minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir bathin” meskipun sudah sebulan shalat ‘id kami rasa tidak masalah bagi kami untuk mengucapkan kalimat mulia itu. it’s because, everyday is idul fitri.

 

sekarang saatnya memulai kembali kisah “the meaningfull life of IMMP”

Allahu akbar !!!

Allahu akbar !!! Allahu akbar !!!

Categories: Tulisan

OBSESI, “Nikmatnya Shalat Khusyu’”

19 July 2010 1 comment

OBSESI, “Nikmatnya Shalat Khusyu’”

Kamis, 15 Juli 2010 adalah salah satu hari bersejarah bagi IMMP. Tepatnya di loby Gedung D kampus STAN, digelar OBSESI (Obrolan Seru Seputar Islam). Ini merupakan agenda rutinan IMMP yang merupakan kolaborasi Bidang dakwah dan PSDM. Peserta yang hadir diestimasikan sekitar  45.

OBSESI  kali ini mengusung pembahasan tentang “nikmatnya shalat khusyu”. Tidak tanggung-tanggung, IMMP mengundang ustads Saman. Beliau biasanya mengajar ilmu fiqih di Ma’had Tarbiyah. Berikut beberapa ilmu yang telah kita lahap :

  1. Khusyu’ adalah syarat islam bukan syarat rukun. Jadi misal tidak khusyuk tapi memenuhi rukun shalat maka shalatnya sah-sah saja. Hanya saja itu berpengaruh pada kualitas shalatnya. Khusyu’ juga sebagai barometer keimanan seseorang. Semakin khusyu’ ya semakin berkualitas shalatnya dan imannya semakin mantab.
  2. Bagaimana supaya khusyu’? ketika shalat, bayangkan seakan-akan engkau melihat Allah SWT dan bila tak mampu bayangkan seakan-akan Allah melihatmu (lebih jelasnya lihat ar ba’in).  tadabbur (merenungi) dan tafahhum (memahami) apa yang dibaca dalam sholat, meliputi surah-surah serta bacaan shalat untuk itu disarankan mengetahui artinya.
  3. Khusyu itu bukannya lupa segala-galanya tetapi maish ingat yang lain. Diriwayatkan dalam hadits, Rosulullah SAW pernah sujud lebih lama dari biasanya hanya karena cucu beliau, hasan & Husein, menunggangi beliau (betapa sayang dan sabarnya beliau sebagaui kakek). Suati hari beliau pernah memendekkan bacaan hanya gara-gara mendengar anak kecil menangis.
  4. Ketika shalat, yang dirapatkan terlebih dahulu bahunya, sedangkan kakinya mengikuti. Ini kadang yang kurang benar
  5. Dsb. Makanya, datang dunkzzzzz….

“Akhiri kelelahan dari acara ini dengan KEIKHLASAN”

Barangkali Itulah kata yang yang ingin aku sampaikan pada panitia. Semua memberi andil yang sangat besar yang tidak perlu disebutkan satu per satu. Panitia pun didominasi tingkat satu. Syukron katsiron for all, especially mas’ul, kabid dakwah, kabid psdm, dan semua pengurus IMMP baik ikhwan maupun akhowat.  Afwan minna atas sedoyo keluputan panitia.

ada beberapa hal yang konyol dalam acara ini yang membuat selalu terkenang. Kekonyolan ini menjadi bumbu yang dinikmati sebagian orang saja. Dan sebagian orang itu barangkali hanya ak# dan o#y. ketawa ky, wkwkwkwk….

“semoga kita selalu mendapat berjuta alasan untuk tersenyum, amin”

(U_kh)

Categories: Uncategorized

SHALAT DI KAMAR MANDI?

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah:153)

Saudaraku, perintah Shalat merupakan wahyu yang diterima oleh Rasulullah secara langsung melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Shalat merupakan pencuci dosa seperti disebutkan dalam Kitab Al-jami’us shashih dalam salah satu hadist dikatakan shalat yang lima waktu, dan shalat jumat yang lalu hingga shalat jumat berikutnya, juga puasa ramadhan hingga bulan ramdhan berikutnya, adalah penghapus dosa-dosa diantara keduanya jika seseorang melakukan dosa besar. Hadist tersebut memberi kita pengertian tentang manfaat shalat dan puasa yang dikerjakan oleh kaum muslimin karena yang demikian merupakan salah satu usaha untuk menghapus dosa.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di dunia. Oleh karena itu kita patut bersyukur karena negara kita memberikan keleluasaan pada kita untuk mengerjakan ibadah terutama shalat. Sungguh salah satu nikmat luar biasa yang Allah berikan kepada kita, umat Islam Indonesia.

Namun bagaimanakah dengan saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah yang mayoritas masyarakatnya non-muslim? Atau di negara-negara atheis yang bahkan melarang warganya (yang muslim) untuk mengerjakan shalat? Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa ada seorang warga Indonesia yang alhamdulillah seorang muslimah dan ia bekerja sebagai TKW di luar negeri, lebih tepatnya di Hongkong. Negara yang mayoritas penduduknya jelas bukan muslim. Betapa berat cobaan yang ia hadapi dalam menjalankan

perintah Allah yang satu ini, karena disana ia sebagai imigran dilarang untuk mengerjakan shalat oleh majikannya tanpa alasan yang jelas. Bahkan si fulan ini harus mengerjakan shalat dengan mencuri-curi waktu. Itupun tidak dilakukan pada waktunya, misalnya shalat maghrib dilaksanakan pada pukul 11

malam setelah majikannya tidur. Ini pun berlaku pada shalat wajib yang lain, terkadang ia mengerjakan shalat zhuhur dengan ashar, dan yang lebih parah lagi shalat yang ia lakukan harus dilakukan di dalam kamar mandi. Ya, di dalam kamar mandi. Sungguh menyedihkan memang nasib saudara kita yang minoritas di berbagai negeri yang mayoritas penduduknya non muslim. Tidak di timur dan tidak di barat, nasibnya memang tidak jauh berbeda. Ada-ada saja cobaan dan ujian yang harus mereka terima, termasuk dilarang melakukan shalat wajib 5 waktu. Padahal beragama dan beribadah adalah hak asasi tiap manusia. Wajib dihormati oleh siapapun termasuk orang komunis. Lalu bagaimana dalam perspektif hukum Islam tentang shalat di dalam kamar mandi?

Jelas bagi kita bahwa shalat merupakan suatu ibadah yang hukumnya wajib. Bahkan dalam hadist An-Nasaa’i dan Tirmidzi disebutkan bahwa “Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi”.

Selain itu, telah jelas disebutkan dalam Al Qur’an, “Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman (An Nisaa:103)”. Sehingga sudah seharusnyalah shalat yang kita kerjakan adalah karena Allah, bkan karena takut pada kemarahan manausia (majikan).

Kisah ini seharusnya menjadi sebuah tanda tentang besarnya nikmat Allah yang diberikan-Nya pada kita. Pada saat kita akan mengerjakan shalat, tidak ada yang marah dan melarang, bahkan masjid-masjid terbuka lebar untuk kita tempati shalat. Hal ini sepatutnya membuat kita berintrospeksi, kenapa dibalik begitu banyak kemudahan bagi kita untuk mengerjakan shalat justru begitu banyak kelalaian yang kita lakukan. Kenapa hanya pada bulan Ramadhan masjid-masjid penuh jamaahnya, namun setelah itu tidak sedikit masjid yang sepi dari jamaah, seperti Ramadhan yang dilalui tidak membekas sama sekali. Banyak dari kita yang telat mengerjakan shalat Subuh karena semalaman begadang nonton bola. Apakah kita menunggu Allah meng-azab kita dan mencabut nikmat kemudahan mengerjakan shalat dari kita agar kita kembali menjaga shalat? Nau’zubillah. Dalam Al Qur’an Surat Al An’am : 42, Allah Berfirman, “Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, Kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri”. maka dari itu, disisa bulan Rajab ini, mari kita jadikan sebagai salah satu momentum untuk mengevaluasi dan kemudian meningkatkan kualitas ibadah shalat kita, sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung dan insya Allah akan selamat dari api neraka. Wallahu a’lam bishshawab. (Han)

Categories: Dakwah